permainan tradisional jepang

Permainan Tradisional Khas Jepang
Ohajiki
Permainan Ohajiki sekilas mirip dengan permainan kelereng di Indonesia. Peraturannya juga hampir sama. Hanya saja jika kelereng berbentuk bulat, maka ohajiki berbentuk pipih dengan diameter 1-1,5 cm. Lalu cara mainnya yaitu dengan membidik kelerengnya ke kelereng yang lain.
Ohajiki dimainkan menggunakan dua jari dari satu tangan yaitu telunjuk dan jempol. Ohajiki yang berhasil ditembak boleh diambil oleh sang penembak.
Lebar lapangan permainan hanya sekitar 1×1 meter dengan jarak hanya beberapa sentimeter antara ohajiki satu dengan lainnya. Jika di Indonesia permainan gundu banyak dimainkan oleh anak laki-laki, permainan ohajiki banyak dimainkan oleh perempuan.
Daruma Otoshi
Daruma otoshi merupakan permainan tradisional Jepang yang sederhana tetapi juga menantang. Cara bermainnya yaitu dengan menumpuk beberapa potong kayu dan posisi paling atas diletakkan boneka Daruma. Ada lima bagian, yang masing-masing bagiannya sewarna dengan warna pelangi (biru, merah, kuning, hijau).
Kemudian permainan ini dimainkan dengan cara memukulkan satu persatu potongan kayu tersebut dari paling bawah sampai ke atas. Namun, Anda tidak boleh memukul semuanya sekaligus, atau jangan sampai tumpukan kayu jatuh semua. Jika hal tersebut terjadi, Anda dianggap gagal dalam permainan.
Koma
Jika di Indonesia terkenal dengan nama gasing, di Jepang ada permainan persis sama bernama koma. Koma sudah populer sejak tahun 1920-an. Material pembuatannya bermacam-macam ada yang dari besi atau kayu. Material yang populer terbuat dari besi.
Cara bermain koma sama persis dengan permainan gasing. Koma dilengkapi dengan tali untuk memutarnya, lalu butuh keterampilan tangan untuk memutar ujung kepalanya. Jika Anda bermain bersama teman, maka koma dengan putaran paling lama adalah pemenangnya.
Otedama
Anak-anak perempuan di Jepang biasanya bermain otedama. Permainannya dilakukan dengan lima kantung kecil berisi biji-bijian. Kemudian anak-anak diminta melempar dan menangkap kantung tersebut. Permainan ini bisa dilakukan sendiri atau beramai-ramai.
Otedama memiliki dua formasi dasar yaitu nagedama dan yosedama. Nagedama dimainkan dengan cara melempar dan menangkap seperti permainan juggling. Sedangkan yosedama dimainkan seperti bekel.
Ayatori
Ayatori merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak perempuan. Cara memainkannya dengan menggunakan tali yang dibuat menjadi berbagai macam bentuk. Permainan ini dikenal juga sebagai seni melipat tali.
Ayatori bisa dimainkan sendiri atau bersama teman. Ketika bersaing, satu pemain memegang talinya dalam bentuk tertentu kemudian yang lainnya mengambil string sementara untuk membuat bentuk yang berbeda. Jika membuat kesalahan bentuk, maka dinyatakan kalah.
Karuta
Karuta berasal dari kata “carta”, yang merupakan bahasa Portugis yang artinya surat, lembaran surat, atau kartu. Ini merupakan permainan kartu dari Jepang yang d idalamnya berisi petunjuk pada masing-masing kartu.
Jika dulu karuta dimainkan dengan kartu remi, sekarang dikenal hanafuda menggunakan satu set kartu yang terdiri dari yomifuda (untuk dibaca) dan torifuda (untuk diambil).
Cara bermainnya yaitu saat yomufida dibaca, maka pemain harus cepat menepuk kartu torufida yang dianggap sebagai jawaban yang benar. Pemain dengan torufida terbanyak adalah pemenangnya. Permainan ini dimainkan oleh minimal 3 orang dan paling sering ditemukan saat tahun baru.
Tako
Permainan layang-layang di Jepang disebut tako. Permainan ini dikenalkan oleh bangsa China pada zaman Nara dan mencapai kepopuleran di zaman Edo.
Layang-layang di Jepang terdiri dari berbagai macam bentuk dan ukuran, juga dihiasi dengan gambar-gambar. Ada sekitar 130 layang yang bervariasi dan mewakili tiap daerah yang ada di Jepang.
Layang-layang paling digemari yaitu yakkodako yaitu layang dengan lukisan pejuang Jepang lengkap dengan kostum perang. Layangan sering dimainkan pada perayaan tahun baru, Kodomo Hino atau Hari Anak Jepang dan dalam menyambut kelahiran anak pertama. Ada juga festival adu pentas layangan bernama Hamamatsu.
Kendama
Ada juga permainan yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi yaitu bernama kendama. Kendama berarti “palu” (ken) dan “bola” (dama/tama). Kendama merupakan permainan di mana sebuah bola diikat pada gagang menggunakan tali. Gagang tersebut memiliki dua sisi cekung dengan ukuran berbeda dan salah satu bagiannya runcing.
Permainan ketangkasan yang ada sejak ribuan tahun yang lalu ini punya banyak sekali trik unik yang menarik jika Anda sudah andal memainkannya. Ada 1000 teknik lebih untuk bisa memainkannya, sebab pada dasarnya memainkan kendama memang sulit. Tidak semua orang bisa memainkannya.
Cara bermain kendama yaitu dengan memukulkan bola dengan kedua sisi cekung, lalu bagian bawah gagang nantinya menusukkan bola yang sudah diberi lubang dengan bagian runcing yang ada pada gagang. Kendama merupakan permainan yang sering dilombakan dalam festival dan selalu menarik untuk ditonton.
Hanetsuki
Hanetsuki merupakan permainan tradisional Jepang yang sebenarnya seperti bulutangkis tanpa menggunakan net. Permainan ini banyak dimainkan oleh anak perempuan. Permainan hanetsuki menggunakan raket yang disebut hagoita yang terbuat dari kayu berbentuk persegi panjang dan kok yang berwarna-warni.
Hagoita tidak berbentuk panjang seperti raket umumnya dan bola yang dipakai dibuat dari biji buah ukuroji yang ditusukkan bulu unggas.
Cara bermainnya ada dua yaitu dengan memukul bola tinggi-tinggi selama mungkin dan kedua saling memukul bola antara pemain satu dengan yang lainnya. Pemain yang gagal akan dicoret dengan tinta. Permainan yang berlangsung lama dianggap memberi perlindungan pada para pemainnya.
Fukuwarai
Setiap perayaan tahun baru di Jepang, Anda akan menemukan banyak permainan tradisional, salah satunya fukuwarai. Selain di tahun baru, fukuwarai juga banyak diterapkan di TK. Permainan ini sudah ada sejak zaman Edo dan mirip dengan permainan dari Amerika yaitu Pin the Nail on The Donkey.
Cara bermainnya yaitu pemain ditutup matanya, kemudian ia dihadapkan pada papan di mana ada empat kartu yang merupakan potongan wajah. Empat kartu tersebut harus ditempelkan pada papan yang berbentuk wajah. Pemain akan mengikuti petunjuk dari orang-orang sekitar. Permainan ini seru sekali.
Jika biasanya Anda mengetahui permainan sumo dimainkan oleh manusia, rupanya ada juga kamizumo yang tanpa melibatkan manusia asli melainkan sumo kertas. Permainan ini sudah ada sejak tahun 1975.
Cara bermainnya yaitu dengan menaruh para pemain sumo buatan yang terbuat dari kertas (dua pemain), lalu letakkan di arena yang juga dari kertas. Arena dipukul-pukul hingga menjatuhkan lawannya. Pemenang adalah yang bertahan sampai akhir di arena.
Sugoroku pertama kali diperkenalkan di China. Sugoroku adalah board game berbasis dadu klasik yang terdapat tulisan kanji dengan arti “dua enam” yang merupakan nilai tertinggi dari sepasang dadu. Bentuk lain dari sugoroku adalah e-sugoroku yang dimainkan seperti bermain ular tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *