pertanian modern di selandia baru

Selandia Baru telah dikenal sebagai negara agraris sejak abad ke-19. Kesuksesan Selandia Baru sebagai Negara Petani dan Peternak semata-mata karena kesadaran masyarakat untuk mencintai potensi yang dimilikinya, serta didukung oleh kemudahan perizinan usaha yang menempati urutan ke-2 dari 195 negara sedunia.
Negara subtropis yang memiliki kesan segar dan indah ini mempunyai kondisi geografis yang mirip dengan Indonesia, karena pertaniannya juga merupakan salah satu inti dari ekonomi disana. Selandia Baru, dikenal dengan nama New Zealand di mancanegara, memiliki hamparan lahan berbukit dan landai. Negara ini merupakan contoh nyata salah satu negara yang berhasil memajukan kehidupan petani dan peternak, serta sukses mengolah berbagai industri yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.
Jika dibandingkan dengan Indonesia, berikut ini adalah perbandingannya:Selandia Baru memiliki luas wilayah kedaulatan seluas 268,680 km2,memiliki jumlah populasi 4.430.400 jiwa. Negara ini terbagi menjadi dua pulau yaitu Utara dan Selatan dengan bentuk permukaan yang menyerupai pulau Sulawesi dan Jawa. Selandia Baru merupakan negara maju dengan kontribusi hasil pertanian, perternakan dan perkebunan sebesar 4,8% dari total Produk Domestik Bruto per kapita. Jika diteliti lebih lanjut persentase tersebut terlihat kecil, namun yang mengagumkan, jika dilihat dari persentase komoditi ekspor, produk-produk hasil pertanian, perikanan, perkebunan merupakan kekuatan utama dalam mendatangkan devisa. Hampir 50% komoditas ekspor Selandia Baru berasal dari industri pertanian yang diekspor ke negara-negara tetangga seperti Australia, Amerika, China, Jepang dan Inggris.
Komoditas pertanian yang diprioritaskan oleh Selandia Baru antara lain zaitun, apel, anggur, dan kiwi. Selain itu, berbagai jenis buah-buahan maupun sayuran bisa tumbuh disana dengan baik. Dengan keadaan itu penduduk disana memadukan potensi keindahan alamnya, petani perkebunan dan pemilik kebun menjadikan perkebunan mereka sebagai objek wisata. Penduduk lokal maupun mancanegara banyak yang berkunjung ke perkebunan yang ada di Selandia Baru. Banyak restoran yang menyajikan produk dengan bahan baku yang diambil langsung dari kebun mereka. Cara ini tentu saja menarik banyak wisatawan untuk berkunjung.
Selain unggul di bidang hasil pertaniannya, Pertanian Selandia Baru juga telah menjadi penyedia spesialis pelatihan pertanian dan holtikultura berkualitas sejak tahun 1993 dan diakui sebagai penyedia spesialis Organik Holtikultura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *